WONDERFUL JEMBRANA BALI

A DOOR TO HEAVEN CALLED BALI

Brewijayapresent.com| Secara Administratif Kabupaten Jembrana terbagi menjadi 5 Kecamatan, dari barat ke timur yaitu Kecamatan Melaya, Kecamatan Negara, Kecamatan Jembrana, Kecamatan Mendoyo, Kecamatan Pekutatan.

Secara Administratif Kabupaten Jembrana terbagi menjadi 5 Kecamatan, dari barat ke timur yaitu Kecamatan Melaya, Kecamatan Negara, Kecamatan Jembrana, Kecamatan Mendoyo, Kecamatan Pekutatan.Di masa sekarang para wisatawan baik itu dari dalam negeri dan mancanegara lebih memilih objek wisata di kawasan Bali Selatan atau di Kabupaten Badung sebagai tujuan utama wisata, tour populer seperti Pantai Kuta, Nusa Dua, Dreamland, Tanjung Benoa, Pantai Pandawa dan Uluwatu. Jarang para wisatawan atau biro perjalanan wisata yang mengagendakan tour mereka ke Kabupaten Jembrana yang merupakan kawasan Bali Barat, padahal di wilayah Kabupaten Jembrana banyak terdapat sasaran dan objek wisata baik wisata alam dan pantai yang memberikan pandangan dan nuansa yang berbeda, banyak tempat wisata juga hits dan populer di wilayah Bali Barat ini.

Industri sektor pariwisata di Kabupaten Jembrana atau Bali Barat memang belum melejit dan belum populer, serta belum dikenal oleh kalayak ramai, namun dimasa mendatang, kawasan Bali barat ini perlahan dan pasti akan mulai dilirik wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara, karena semakin banyaknya informasi via media internet dan sosial media online yang semakin banyak mengunggah tempat-tempat cantik dan eksotik membuat banyak orang akan penasaran untuk datang lebih dekat ke Kabupaten Jembrana, apalagi trend saat ini, terutama warga lokal cenderung ingin menemukan tempat-tempat baru sebagai tujuan wisata. Ditunjang dengan kondisi lalu lintas yang masih relatif lancar dan bebas kemacetan, bebas polusi, bebas kebisingan, dan aman. Beda dengan kondisi lalu lintas yang ada di kawasan Bali Selatan.

Kabupaten Jembrana atau kawasan Bali Barat ini memiliki banyak objek wisata pilihan yang wajib dikunjungi, mulai dari lanscape pemandangan indah alam dan pegunungan, wisata pantai, wisata air terjun. Yang tak kalah menariknya Jembrana juga memiliki kesenian dan tradisi sebagai atraksi wisata yaitu gamelan Jegog Sangkaragung dan tradisi Makepung.

Kesenian Jegog Jembrana Bali

Jegog Jembrana

Kesenian Jegog adalah alat musik (gamelan) yang terbuat dari bambu besar yang berbentuk khas dan memiliki suara yang nyaring dan merdu. Pada masa awalnya, Jegog terbuat dari kayu Bayur atau Panggal Buaya dengan bambu sebagai resonatornya. Namun seiring semakin langkanya kayu tersebut sehingga dalam perkembangan Jegog hanya menggunakan bambu saja. Diantara alat musik khas Bali yang juga terbuat dari bambu, Jegog memiliki ukuran paling besar terutama pada bagian instrumen yang disebut jegogan. Jegog mempunyai ketebalan sekitar 2 cm, panjang 300 cm dan berdiameter 18 cm.

Tradisi Makepung

Makepung, Jembrana, Bali

Dalam Bahasa Indonesia, tradisi Makepung bermakna berkejar-kejaran. Tradisi ini sudah lama melekat di masyarakat Bali sebagai lomba pacu kerbau. Pada awalnya hanya berupa kegiatan iseng para petani di sela-sela kegiatan membajak sawah. Ketika itu, kerbau dipacu dengan diikatkan pada sebuah gerobak yang dikendarai oleh seorang joki. Jika di Madura terkenal akan tradisi Karapan Sapi, maka di Bali ada tradisi yang sama yang bernama tradisi Makepung. Berbeda dengan Karapan Sapi di Madura, hewan yang digunakan dalam Makepung adalah kerbau.

OBYEK WISATA BEKEN DI KABUPATEN JEMBRANA, BALI (BALI BARAT)



PANTAI MEDEWI

Dari sekian banyak tempat wisata pantai di bali yang terkenal dan masih baru, menawarkan tempat dengan pantai yang unik dan berbeda dengan yang lainnya adalah Pantai Medewi, Pekuatatan, Jembrana. Pantai Medewi, Pekutatan, Jembrana adalah salah satu pantai di bali yang selama ini begitu populer sebagai salah satu tempat surfing terbaik di dunia yang ada di bali. 

Pantai Medewi lokasinya berada di Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali bagian paling barat [ Peta Lokasi } Lokasinya dari arah kawasan Kabupaten Badung sekitar 79 KM ( 2 Jam 23 Menit ), selanjutnya berjarak sekitar 71 KM dari kawasan Denpasar, 79 KM dari arah kawasan Tempat Wisata di Kabupaten Gianyar terpopuler yaitu Tempat Wisata di Ubud, berjarak sekitar 78 KM dari Tempat Wisata di Kabupaten Tabanan terpopuler yaitu Bedugul Bali, 109 KM dari Tempat Wisata di Kintamani Bangli dan 126 dari Tempat Wisata di Karangasem.

Di bandingkan dengan sejumlah pantai di bali lainnya, luas wilayah pantai di desa medewi ini terbilang sangat kecil, tidak hanya luas pantainya saja yang kecil, pantai medewi di pekutatan jembrana ini juga termasuk ke dalam kategori pantai di bali yang masih sepi pengunjung. Jadi selama ini, wisatawan yang datang ke pantai medewi adalah baru mereka yang benar – benar baru sebatas yang memiliki hoby bermain surfing saja. Ada banyak tempat surfing di bali yang bagus dan selama ini banyak dikunjungi wisatawan, khususnya para turis asing.

Nah salah satu nama dan lokasi pantai di bali yang populer selama ini sebagai tempat terbaik untuk surfing di pulau bali untuk semua kalangan adalah pantai medewi. Kontur dan pesisir pantainya yang landai di bagian sisi barat, serta bentuknya melekuk di bagian selatannya, membuat ombak pantai ini besar dan juga panjang. Selanjutnya, hal menarik apa yang menjadikan alasan untuk kita harus mengunjungi objek wisata pantai medewi selain surfing saat pergi liburan ke bali ?

Pantai Medewi adalah pantai yang masih perawan. Apabila anda adalah wisatawan yang menyukai tempat – tempat wisata di bali yang masih sepi pengunjung, dan suasananya masih asli khas pulau bali, maka kunjungilah Pantai Medewi. Pantai yang masih alami dan belum pesat perkembangan sarana dan fasilitas wisatanya. Jika anda berkunjung datang ke pantai medewi, maka langsung aroma dan suasana khas perkampungan yang kental dengan udara yang masih segar segera menyambut anda.

Bahkan jika anda datang mengunjungi pantai medewa pada saat musim panen, maka sepanjang perjalanan menuju pantai ini pun kita akan disuguhi pemandangan hamparan sawah menguning yang sangat indah.

Setibanya di Pantai Medewi, kita pun akan disambut dengan bentangan pesisir pantai yang nampak unik, dimana bagian sisi barat dengan sisi timurnya memiliki kontur pantai yang berbeda. Jika sisi pantai timur, pantai ini memiliki pasir warna hitam dan dominan lebih banyak bebatuan, sementara sisi barat justru kebalikannya, lebih banyak pasir daripada bebatuannya, dan oleh karenanya, bagi anda wisatawan yang suka dengan kegiatan berjemur di pantai, maka pantai medewi pekutatan jembrana bukan pantai yang tepat untuk dijadikan tempat mandi sinar matahari.

Daya tarik wisata Pantai Medewi selanjutnya adalah pantai ini menawarkan sisi eksotis pantai di bali tempat melihat sunset yang indah di sore hari, kenapa bisa demikian ? hal tersebut tidak lepas dikarenakan lokasi pantai medewi yang merupakan salah satu tempat wisata pantai di bali barat, maka cukup sempurna untuk melihat sunset. Eksotisme sunset di pantai medewi akan semakin syahdu suasananya karena di depan kita terhampar pemandangan deretan perahu – perahu nelayan yang tengah bersandar di sepanjang pesisir pantai.


BUNUT BOLONG

Bali yang dikenal masih kental dengan adat dan budayanya, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain alamnya, aura mistis dari alam di Pulau Dewata masih tetap diyakini hingga turun temurun.

Salah satunya wisata alam Bunut Bolong yang berada di lokasi Desa Manggis Sari, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.

Dinamai Bunut Bolong, karena di lokasi tumbuh pohon bunut besar berumur ratusan tahun yang bagian akarnya membentuk sebuah lorong.

Bahkan, lorong tersebut menghubungkan kedua sisi jalan raya atau jalan umum. Namun jangan salah, tidak semua warga atau wisatawan yang ingin melihat keunikan Bunut Bolong ini bisa melintas ke lorong tersebut.

Kawasan wisata ini setiap hari ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun domestik. Selain unik, juga tersimpan cerita mistis yang hingga kini melegenda dan dipercayai oleh warga sekitar maupun warga dari daerah lain.

Seperti sebuah kutukan, pastinya pasangan pengantin atau rombongan iringan pengantin dilarang melintas lorong Bunut Bolong.

Tidak hanya itu, bagi mereka yang ingin honeymoon di Bali dan kebetulan menuju jalur ini, juga sangat dilarang keras melintas jalan di lorong bunut bolong.

Konon jika larangan itu diabaikan, biasanya terjadi kecelakaan pada rombongan pengantin. Atau rumah tangga dari pengantin tidak langgeng. Paling fatal ditinggal mati dalam waktu singkat dari salah satu pasangan pengantin tersebut.

Karena pantangan itu dan demi menjaga kesucian dari alam setempat, maka pemerintah bersama pihak adat setempat kemudian membuatkan jalan khusus bagi pasangan pengantin atau iring-iringan pengantin yang melintas di bunut bolong.

Menariknya lagi, kendati pohon bunut bolong ‘haram’ dilintasi pasangan pengantin atau yang berbulan madu. Namun, kawasan ini justru laris jadi objek momen foto-foto pre wedding.

Bahkan tak jarang mereka yang sedang pre wedding di lokasi ini sesudahnya selalu memohon diberikan kemudahan dan kelancaran serta kelanggengan dalam berumah tangga

https://www.youtube.com/watch?v=eUXxfZy6ZRM

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan Kolom yang diperlukan ditandai *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates