PENDAKIAN ATAP SUMATERA APRIL 2017 SEASON 2

OPEN TRIP PENDAKIAN ATAP SUMATERA GUNUNG KERINCI VULCANO 3.805 MDPL


21 – 25 APRIL 2017 | IDR 1.3

Bisa dicicil 4x, batas akhir pembayaran tangal 2 April 2017

PESERTA TERBATAS !!!

  1. CP DK (Tanam Perjalanan) : 0823-5432-7474 | PIN : 25BDE7A2

  2. AULIA KODOX (Jakarta) : PIN : D217773A

  3. BP (Brewijayapresent) : 0811-333-0580 | PIN : 2b177A79

    open-trip-kerinci-21-25-april-2017


FASILITAS TERMASUK :

  1. Transportasi dari bandara Padang (meeting point) – Kersik Tuo PP

  2. Homestay di Kersik Tuo

  3. Simaksi Taman Nasional Kerinci Seblat

  4. Makan 8x ( selama pendakian)

  5. Guide

  6. T-Shirt

  7. Peralatan Camping ( Tenda Doom )

  8. Logistik Pendakian

  9. Asuransi TNKS

  10. Obat-obatan dasar

  11. Pengalaman Baru

  12. Teman Baru

  13. Jodoh mungkin

  14. Donasi 2000 untuk anak yatim piatu dan panti asuhan

    Peduli Yatim

YANG TIDAK TERMASUK :

  1. Transportasi dari rumah ke meeting point

  2. Uang jajan

  3. Uang oleh-oleh

  4. Camilan


SYARAT PENDAKIAN :

  1. Untuk umum

  2. Sehat dibuktikan surat keterangan sehat dari Dokter

  3. Materai 6000 1 lembar

  4. foto Copy KTP/SIM 3 lembar

  5. Melakukan DP 20% sebagai commitment fee


CLAIM ORDER

  1. Reservasi dilakukan mulai tanggal 27 Desember 2016 sampai 30 Maret 2017

  2. Mendapatkan kode booking

  3. Meeting kecil untuk pembahasan secara online via WA Group.

  4. Lakukan Down Payment / DP 20% dari total biaya ,sebagai commitment fee,

  5. Pembayaran bisa dilakukan dengan cicil 4x dan lunas sebelum 2 April 2017.

  6. Pembayaran DP 20% bisa dilakukan transfer ke rekening Bank Mandiri : 142-000-6650-138  a.n YUNUS ADI WIJAYA. Setelah transfer lakukan konfirmasi via telp/SMS : 0811-333-0580 , atau BBM 2B177A79

  7. Invoice dan Code Booking , akan dikirim via email dari brewpresent@gmail.com

  8. Untuk menghindari wanprestasi , kami menggunakan azaz mufakat untuk bersama, kekeluargaan, kepercayaan, dan saling bekerjasama dengan baik.


brewijayapresent.com|Pada season kedua ini brewijayapresent.com bekerjasama dengan DK Tanam Perjalanan Sumatera akan menyelenggarakan kembali pendakian ke Puncak Gunung Kerinci berada pada ketinggian 3.805 mdpl pada akhir April 2017, di sini travelers akan dapat melihat di kejauhan membentang pemandangan indah Kota Jambi, Padang, dan Bengkulu. Bahkan Samudera Hindia yang luas dapat terlihat dengan jelas. Gunung Kerinci memiliki kawah seluas 400 x 120 meter dan berisi air yang berwarna hijau. Di sebelah timur terdapat danau Bento, rawa berair jernih tertinggi di Sumatera. Di belakangnya terdapat gunung tujuh dengan kawah yang sangat indah yang hampir tak tersentuh. Gunung Kerinci merupakan gunung berapi bertipe stratovolcano yang masih aktif dan terakhir kali meletus pada tahun 2009.

Gunung Kerinci (juga dieja “Kerintji”, dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, gunung berapi tertinggi di Indonesia, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Provinsi Jambi yang berbatasan dengan provinsi Sumatera Barat, di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra.

TOPOGRAFI

Gunung Kerinci berbentuk kerucut dengan lebar 13 km (8 mil) dan panjang 25 km (16 mil), memanjang dari utara ke selatan. Pada puncaknya di sisi timur laut terdapat kawah sedalam 600 meter (1.969 kaki) berisi air berwarna hijau. Hingga sekarang, kawah yang berukuran 400 x 120 meter ini masih berstatus aktif.

Gunung Kerinci termasuk dalam bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). TNKS adalah sebuah wilayah konservasi yang memiliki luas 1.484.650 hektare dan terletak di wilayah empat provinsi, yang mana sebagian besarnya berada di wilayah Jambi. TNKS sendiri merupakan bagian dari Pegunungan Bukit Barisan yang memanjang dari utara ke selatan di Pulau Sumatra.

Gunung Kerinci merupakan gunung tipe A aktif yang berada sekitar 130 kilometer arah Selatan Kota Padang. Tipe Letusan : Tipe Hawaii Bentuk Gunung : Gunung Strato atau Kerucut Tipe Erupsi : Erupsi Eksplosif Keaktifan Gunung : Tipe A


ITINERARY

H1.21 April 2017

06.00 : Penjemputan di meeting point bandara Padang

08.00 : berangkat ke Kersik Tuo

17.00 : Check in di homestay

18.00 : Makan malam, acara bebas.

H2.22 April 2017

05.00 : Bangun tidur, mandi, sarapan

07.00 : Persiapan pendakian

11.30 : Istirahat, makan siang di shelter 2

15.00 : Tiba di Shelter 3 dan ngecamp

17.00 : Makan malam dan acara bebas, awas siaga harimau. Hehehehhe

H3. 23 April 2017

03.30 : Persiapan summit menuju atap Sumatera

06.00 : Tiba di Puncak Gn. Kerinci 3.8.5mdpl

07.30 : Kembali ke camping area

09.30 : Enjoy your day, ngopi or nge-teh acara bebas, awas harimau…..heheheh

16.00 : Makan sore di shelter 3

19.00 : Acara bebas lagi…makan malam.

H4. 24 April 2017

05.00 : Bangun pagi, olahraga ringan bagi yang pengen

07.00 : sarapan pagi di shelter 3

08.00 : Packing dan menuju homestay

15.00 : Tiba di homestay kersik tuo

16.00 : Istirahat, mandi dll

17.00 : Makan sore

20.00 : Berangkat menuju bandara Padang

H5. 25 April 2017

05.00 : Tiba di bandara Padang

06.00 : Sampai berjumpa kembali dengan pendakian Kerinci season selanjutnya.


 

PENDAKIAN

Gunung ini dapat ditempuh melalui darat dari Jambi menuju Sungaipenuh melalui Bangko. Dapat juga ditempuh dari Padang, Lubuk Linggau, dan Bengkulu. Dengan pesawat terbang dapat mendarat di Padang atau Jambi.

Keindahan panorama yang natural dengan kekayaan flora dan fauna dapat ditemui mulai dari dataran rendah hingga puncak Gunung Kerinci, tidak hanya untuk dinikmati tetapi sangat baik untuk melakukan penelitian dan pendidikan. Pendakian ke puncak Gunung Kerinci memakan waktu dua hari mulai dari Pos Kersik Tuo.

Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro berada pada ketinggian 1.400 mdpl dengan penduduk yang terdiri dari para pekerja perkebunan keturunan Jawa, sehingga bahasa setempat adalah bahasa Jawa. Dari Kersik Tuo kita menuju ke Pos penjagaan TNKS atau R10 pada ketinggian 1.611 mdpi dengan berjalan kaki sekitar 45 menit melintasi perkebunan teh.

Pondok R 10 adalah pondok jaga balai TNKS untuk mengawasi setiap pengunjung yang akan mendaki Gunung Kerinci. Dari R10 kita menuju ke Pintu Rimba dengan ketinggian 1.800 mdpl, Jaraknya sekitar 2 km dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam perjalanan. Medannya berupa perkebunan/ladang penduduk, kondisi jalan baik (aspal) sampai ke batas hutan.

Pintu Rimba merupakan gerbang awal pendakian berada dalam batas hutan antara ladang dan hutan heterogen sebagai pintu masuk. Pintu Rimba berada pada ketinggian 1.800 mdpl. Di sini ada lokasi shelter dan juga lokasi air kurang lebih 200 meter sebelah kiri. Jarak tempuh ke Bangku Panjang 2 km atau 30 menit perjalanan, lintasannya agak landai memasuki kawasan hutan heterogen.

Pos Bangku Panjang dengan ketinggian 1.909 mdpl, terdapat dua buah shelter yang dapat digunakan untuk beristirahat. Menuju Batu Lumut medan masih landai jarak 2 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit melintasi kawasan hutan. Pendaki dapat beristirahat di Pos Batu Lumut yang berada di ketinggian 2.000 mdpl, namun di sini tidak ada shelter-nya. Terdapat sungai yang kadang kala kering di musim kemarau.

Untuk menuju Pos 1 yang berjarak sekitar 2 km dari Batu Lumut kita membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Jalur memasuki kawasan hutan yang lebat dan terjal dengan kemiringan 45 hingga 60 derajat.

Pos 1 ini berada di ketinggian 2.225 mdpl dan terdapat sebuah pondok yang dapat digunakan untuk beristirahat. Untuk menuju Pos 2 jarak yang harus ditempuh sekitar 3 km dengan waktu tempuh 2 jam. Di lintasan ini kadang kala dijumpai medan yang terjal dengan kemiringan hingga 45 derajat tetapi masih bertemu dengan medan yang landai.

Terdapat sebuah Pondok yang sudah tua di Pos 2 yang berada di ketinggian 2.510 mdpl, di sini pendaki dapat beristirahat. Untuk menuju Pos 3 jarak yang harus ditempuh adalah 2 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di lintasan ini dapat kita jumpai tumbuhan paku-pakuan dengan kondisi hutan yang agak terbuka.

Terdapat Pondok yang sudah rusak tinggal kerangkanya di Pos 3 yang berada di ketinggian 3.073 mdpl. Di tempat ini pendaki dapat beristirahat dan masih nyaman untuk mendirikan tenda karena masih terlindung oleh pepohonan. Waktu tempuh untuk menuju puncak dari pos ini sekitar 4 jam.

Untuk menuju ke Pos 4 jarak yang harus ditempuh sekitar 1,5 km, memerlukan waktu sekitar 1,5 jam. Kondisi jalur berupa bekas aliran air sehingga akan berubah menjadi selokan bila turun hujan. Pos 4 berada pada ketinggian 3.351 mdpl, tempat ini cukup lapang dan bisa untuk mendirikan beberapa tenda, namun cuaca di sini sering kali tidak bersahabat. Lintasan selanjutnya untuk menuju puncak berupa pasir dan batuan cadas. Jarak tempuh menuju puncak 2 km dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Di lintasan ini pendaki perlu ekstra hati-hati.


Pendakian Gunung Kerinci 3.805 mdpl via Kersik Tuo

 Pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo. Bisa dibilang Gunung Kerinci adalah gunung yang sangat fenomenal di Indonesia selain Pegunungan Jaya Wijaya. Gunung yang berada di Pegunungan Bukit Barisan ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra. Dengan tinggi 3.805 mdpl, Gunung Kerinci masuk dalam deretan 7 summit Indonesiadan juga sebagai gunung berapi tertinggi di Asia Tenggara.
gunung kerinci
Gunung Kerinci
Gunung Kerinci berada di Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia. Gunung berapi bertipe stratovolcano ini memiliki kawah sedalam 600 meter yang masih aktif.
Ada 2 jalur untuk melakukan pendakian Gunung Kerinci, yaitu :
  1. Jalur pendakian via Kersik Tuo
  2. Jalur pendakian via Solok
Jalur pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo merupakan jalur resmi yang paling banyak diminati pendaki, mengingat jalur pendakian via Solok jalurnya lebih ektrim dan susah. Meski begitu, medan yang harus dilalui di jalur pendakian via Kersik Tuo juga tidak bisa dipandang sebelah mata.
Sistem pendakian Gunung Kerinci sudah sangat terorganisir. Akses dan rute menuju ke basecamp tidaklah sulit. Dari Bhandara Internasional Minangkabau, Padang, bisa naik travel langsung menuju ke basecamp pendakian. Tarif travel antara Rp 150.000 – Rp 200.000 dengan waktu tempuh sekitar 8 jam perjalanan.
Sampainya di basecamp yang buka 24 jam, pendaki bisa beristirahat, tidur, mandi, makan maupun mencari guide atau porter dengan tarif rata-rata Rp200.000 – Rp 250.000 per hari. Suasana layaknya ‘anggap rumah sendiri’  dengan pemilik rumah yang ramah seakan-akan menjadi surga dunia terakhir sebelum memulai perjalanan yang panjang. Namun jika tidak ingin bermalam basecamp,bisa beristirahat di penginapan sekitar perkebunan teh.

Basecamp – Pintu Rimba

Dari basecamp pendakian Gunung Kerinci menuju pos perijinan bisa naik ojek ataupick up yang sudah tersedia di basecamp. Dengan tarif sekitar Rp.15.000, pick upakan berjalan melintasi perkebunan teh Kayo Aro yang merupakan perkebunan teh terluas di dunia, menuju ke pos registrasi (R10). Setelah melakukan registrasi, pick up akan berlanjut mengantar ke pintu rimba. Turun dari pick up, trek akan melewati perkebunan teh penduduk sekitar setengah kilometer dengan jalan makadam hingga benar-benar masuk ke hutan. Sebuah tugu gapura dan bangunan bekas kamar mandi tua akan mengawali perjalanan masuk ke hutan.
Gunung Kerinci
Pintu Rimba – Pos 1
Masuk ke pintu rimba, jalur berupa tanah padat yang sempit dan tidak menanjak. Bisa dibilang jalur awal ini adalah jalur pengumpulan tenaga sebelum pendakian yang sebenarnya dimulai.
Pos 1 – Bangku Panjang, berada di ketinggian 1.890 mdpl, berupa tanah lapang dengan dudukan batu panjang dan sebuah shelter yang cocok untuk beristirahat sejenak.
Pos 1 – Pos 2
Beranjak dari pos 1, jalur pendakian Gunung Kerinci masih landai namun sedikit-sedikit mulai menanjak konstan. Jika hujan, sepanjang jalur sangat becek seperti sawah yang baru saja dibajak dimana sepatu boot mungkin lebih berguna daripada sepatu gunung. Selain itu adanya pohon tumbang di jalur mau tidak mau akan menjadi tantangan kecil sebagai pembuka pendakian selanjutnya. Pos 2 – Batu Lumut, berada di ketinggian 2.010 mdpl, berupa tanah datar dan tidak terdapat shelter, namun cocok untuk beristirahat sejenak. Beristirahatlah ‘benar-benar sejenak’ karena di daerah pos 1, pos 2 hingga pos 3 masih dilalui oleh harimau sumatra. Jika di Gunung Tambora ada lokasi penyergapan babi hutan, mungkin disepanjang area lokasi inilah harus waspada dengan penyergapan harimau sumatra.
 Pos 2 – Pos 3
Melanjutkan ke pos 3, jalur pendakian Gunung Kerinci mulai menanjak dan trek mulai didominasi akar-akar pohon serta tanah padat yang licin hingga sampai di pos 3. Pos 3 – Pondok Panorama, berada di ketinggian 2.225 mdpl, berupa tempat lapang yang tidak cukup luas, hanya muat untuk 1 buah tenda, dan terdapat sumber air. Namun tidak disarankan untuk camp di sepanjang pos 1 hingga pos 3.

Pos 3 – Shelter 1

Dari pos 3, pendakian Gunung Kerinci yang sebenarnya mulai terasa, jalur masih berupa tanah padat didominasi akar-akar pohon namun lebih menanjak dari sebelumnya. Jalur ini akan berakhir di Shelter 1.
Shelter 1 berada di ketingian 2.505 mdpl, merupakan tempat aman paling dekat untuk mendirikan tenda dan bermalam. Shelter 1 berupa tempat terbuka yang cukup luas dan cukup untuk sekitar 15 tenda isi 4. Dari sini sudah tampak lereng Gunung Kerinci yang menjulang gagah.

Shelter 1 – Shelter 2

Trek pendakian Gunung Kerinci kembali seperti di awal, didominasi tanah padat dan akar-akar pohon sekaligus trek yang lebih menanjak. Jalur dari shelter 1 ke shelter 2 adalah jalur terpanjang diantara jalur yang lain dan membutuhkan banyak tenaga untuk mendakinya.
Sebelum sampai ke shelter 2, ada pos bayangan berupa tempat datar terbuka yang cocok untuk beristirahat sejenak. Disini angin malam khas pegunungan mulai terasa kencang. selepas pos bayangan, jalur pendakian Gunung Kerinci berlanjut kembali menanjak hingga sesekali perlu teknik memanjat untuk melaluinya.
Shelter 2 berada di ketinggian 3.056 mdpl, berupa shelter dengan beberapa lahancamp di sekitarnya. Area di shelter 2 tidak begitu luas dan rata. Di tempat ini ada sumber air sehingga cocok untuk camp meski hanya ada beberapa tempat yang bisa digunakan untuk membangun tenda.

Shelter 2 – Shelter 3

Tariklah nafas dalam-dalam ketika melihat jalur yang akan dilalui menuju keshelter 3. Bisa dibilang ini adalah trek yang paling menyiksa di jalur pendakian Gunung Kerinci. Hanya ada 2 pilihan yang terlintas ketika melihat trek ini yaitu turun atau naik. Tidak ada pilihan lain dan jawab saja oke.
Trek akan langsung menanjak curam tanpa ampun, didominasi akar-akar pohon dan tanah yang tinggi, hingga ada terowongan akar yang harus dilewati. Memanjat, melipir, merayap, merangkak dan tarik menarik adalah hal yang wajib dilakukan di sepanjang jalur menuju ke shelter 3.
Pintar-pintarlah memilih jalur untuk ke shelter 3 Gunung Kerinci. Jalur yang dilalui bisa dipilih, mau melipir tipis lewat sisi-sisi jalur air, atau melewati jalur air yang ujungnya harus memanjat untuk naik. Akar-akar pohon dan kerjasama tim akan membantu melewati trek paling joz di sepanjang jalur ini.
Shelter 3 berada di ketinggian 3.291 mdpl, dekat dengan batas vegetasi, berupa area terbuka yang luas dengan sebuah shelter. Ada sumber air di shelter 3 dantempat ini adalah lokasi camp terakhir sekaligus tempat paling luas di sepanjang jalur pendakian Gunung Kerinci. Gunung 7, Kota Padang, Jambi dan keindahan perbukitan di sekeliling Gunung Kerinci akan menjadi pemandangan indah dishelter 3. Puncak Gunung Kerinci tampak jelas dari shelter 3, mempermudah para pendaki untuk memprediksi kondisi cuaca di puncak yang kadangkala badai dan berkabut.

Shelter 3 – Tugu Yuda

Selepas shelter 3, trek akan membebaskan pendaki dari pemanjatan akar-akar pohon dan beralih ke area cadas berbatu terjal. Setelah melewati batas vegetasi, trek tidak berupa pasir seperti di Gunung Rinjani maupun Gunung Semeru, namunberbatu dan berkerikil yang cukup menguras tenaga. Kadang angin juga berhembus kencang di sepanjang jalur pendakian menuju puncak Gunung Kerinci.
Tugu Yuda adalah daerah cadas yang datar, cukup luas dan cocok untuk menjadi tempat istirahat terakhir sebelum ke puncak Gunung Kerinci. Sudah ada tanda penunjuk berupa pipa besi yang dicat merah-kuning di sepanjang jalur untuk mencegah pendaki tersesat, khususnya ketika kabut.
Tugu Yuda – Puncak Gunung Kerinci
Dari Tugu Yuda tanjakan yang curam ada di depan mata, ini merupakan tanjakan berbatu terakhir yang harus dilalui sebelum menyampai Puncak Gunung Kerinci.
Puncak Gunung Kerinci, disebut dengan Puncak Indrapura, berupa bibir kawah dengan tinggi 3.805 mdpl. Sebuah kawah aktif seluas 400 x 120 meter dengan kedalaman sekitar 600 meter terus menyembulkan gas belerang pekat. Dari puncak Gunung Kerinci, tampak pemandangan Kota Padang, Jambi, Bengkulu, Gunung Tujuh, Samudra Hindia dan juga trek batuan cadas yang sudah dilalui. Jika cuaca sangat bersahabat, pemandangan yang indah di puncak Gunung Kerinci bisa dinikmati sambil minum secangkir kopi.
Tips Pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo :
  1. Sebaiknya tidak camp maupun memasak di jalur pendakian pos 1 – pos 3 karena di jalur ini masih sering dilalui harimau sumatra. Tempat camp dan memasak yang aman dimulai dari shelter 1.
  2. Waspadalah dan tetap tenang jika ada tanda-tanda kemunculan harimau sumatra.
  3. Angin kencang biasanya terjadi di shelter 2 dan shelter 3. Berhati-hatilah ketika memasak di luar tenda agar tidak terjadi kebakaran.
  4. Cuaca di Gunung Kerinci tidak bisa diprediksi. Kadang badai dan berkabut. Namun jangan berfikir adanya angin yang kencang berarti cuaca buruk. Adanya angin kencang tidak menutup kemungkinan cuaca cerah di puncak. Prediksilah cuaca di shelter 3.
  5. Jika gas belerang mengarah ke puncak, gunakan masker (bisa dibasahi dengan air) atau segera turun.
  6. Jika cuaca mulai berkabut di puncak, turunlah sebelum jam 12 siang dan ikuti penunjuk arah di sepanjang jalur pendakian yang telah dipasang agar tidak tersesat.
  7. Saat turun Gunung Kerinci di malam hari, usahakan beramai-ramai terutama ketika melintasi pos 3 hingga pintu hutan.
  8. Kerjasama antar teman satu tim sangat perlu dan jangan pernah meninggalkan teman dalam pendakian.
Itinerary Pendakian Gunung Kerinci via Kersik Tuo :
Basecamp – Pos 1 : 45 menit
Pos 1 – Pos 2 : 35 menit
Pos 2 – Pos 3 : 50 menit
Pos 3 – Shelter 1 : 1 jam 30 menit
Shelter 1 – Shelter 2 : 3 jam
Shelter 2 – Shelter 3 : 3 jam
Shelter 3 – Tugu Yuda : 1 jam 40 menit

Tugu Yuda – Puncak : 40 menit

Partner dan Pembayaran

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan Kolom yang diperlukan ditandai *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates