HIPOTERMIA DI GUNUNG DAN CARA MENANGGULANGI

Brewijayapresent.com| CARA MENANGGULANGI HIPOTERMIA KETIKA PENDAKIAN KE GUNUNG

Hypothermia-w1024Hobby saya bersama sahabat-sahabat saya masih tergolong berisiko tinggi. Adalah kegiatan yang dapat dilakukan oleh siapapun baik itu laki-laki, perempuan, anak-anak, orang tua dan manula sekalipun dapat melakukan kegiatan ini. Tentu saja kegiatan pendakian gunung perlu persiapan khusus, apalagi paradigma mendaki gunung memiliki adalah kita bermain di alam bebas, bermain di tempat yang tidak lazim ditinggali oleh manusia.

Tentunya banyak risiko-risiko besar yang kemungkinan besar bisa kami hadapi, salah satunya adalah serangan Hipotermia. Pengalaman dengan serangan itu ketika pendakian ke Puncak tertinggi Jawa 3676MDPL Gunung Semeru via Ranupanie, Lumajang, Jawa Timur, Pendakian puncak tertinggi Jawa Tengah 3432MDPL Gunung Slamet, pun beberapa gunung lainnya. Untuk itu alangkah baiknya kita harus bisa mensiasati supaya serangan itu tidak kita alami lagi.

HIPOTERMIA

Hipotermia adalah ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan panas tubuh atau menyesuaikan suhu dengan cuaca dingin. Suhu tubuh normal manusia berkisar 36.5 – 37.5 derajat celcius. Jika suhu tubuh berada di bawah 35 derajat, berarti betul terkena hipotermia. Ketika dipegang, tubuhnya tetap hangat tetapi suhu tubuhnya menurun. Oleh karena itu banyak yang menganggap sepele dengan gejala hipotermia dan mengira bahwa korban sedang meracau karena kesurupan. Gila banget guys hipotermia kita anggap kesurupan.

GEJALA

Ini bukanlah gangguan yang tak bisa diatasi atau dicegah. Mengenali gejalanya pun sangat mudah: Kedinginan, menggigil, lemas, kehilangan orientasi, pucat, hingga terkadang bibir terlihat membiru. Itulah beberapa pertanda terjadinya hipotermia. “Bahkan, sebenarnya saat seseorang sangat mudah tersandung tanpa ada rintangan ketika sedang berjalan, bisa jadi itu merupakan pertanda awal serangan hipotermia,” jelas dr. Siswo Putranto Santoso, Sp.F, dari Rumah Sakit UKI, Jakarta. yang akrab dipanggil dr. Chicho.

CARA MENGATASI

  1. Saat tanda-tanda hipotermia mulai terlihat, segeralah berhenti. Tak ada gunanya mengabaikannya, apalagi terus memaksakan diri. Itu hanya akan memperparah keadaan dan membuat Anda kehilangan kesadaran.
  2. Hal berikutnya yang bisa Anda lakukan adalah menghangatkan tubuh. Gunakan selimut hipotermia ( Selimut Aluminium ) selama lebih kurang 10 menit. Jika Anda memang tak memiliki selimut hipotermia, Anda bisa menggunakan sleeping bag ( dalamnya polar ) sebagai sarana penghangat. “Kalau bisa, beberapa orang yang masih dalam kondisi sehat turut masuk ke dalam sleeping bag agar terjadi proses pertukaran panas,” kata dr. Chicho. Ini akan mempercepat proses pemulihan daripada membiarkan penderita hipotermia sendirian.
  3. Usahakan agar dia tak sampai kehilangan kesadaran, atau dia akan benar-benar kehilangan kesadaran selamanya. Untuk menjaganya tetap sadar, Anda bisa memberi minuman manis yang hangat. Berikan secara perlahan saja. Tapi, jika memang dia sudah kehilangan kesadaran, segera bawa turun untuk mendapat pertolongan medis sesegera mungkin.

CARA PENCEGAHAN

Hipotermia bukanlah sesuatu yang tak bisa Anda hindari. Bagaimanapun juga, saat memutuskan untuk mendaki gunung, Anda tentu sudah tahu bahwa Anda akan berhadapan dengan ketinggian. Artinya, di ketinggian itu Anda akan berurusan dengan perbedaan suhu –dengan kata lain, udara dingin. Maka, tentu saja hal terpenting yang harus Anda lakukan adalah memastikan agar suhu tubuh Anda tetap dalam kondisi normal. Pilih pakaian berbahan sintetis, seperti polyester, spandex, atau nylon yang menyerap keringat. Ini akan menghindarkan Anda dari urusan pakaian basah yang bisa membuat Anda kedinginan. Dan, jika memungkinkan, Anda bisa menggunakan pakaian dengan material gore-tex based (tahan air).

  1. Membawa perlengkapan pendakian yang cukup seperti yang saya tulis di sini —> KLIK
  2. Jangan lupa juga untuk membungkus seluruh perlengkapan dengan trash bag agar tidak basah ketika hujan.
  3. Jangan lupa untuk selalu mengganti pakaian jalan dengan pakaian kering begitu tiba di camp.
  4. Dirikanlah tenda di tempat yang terlindung dari angin. Sebaiknya pakailah tenda yang terdiri dua lapis, tenda dan flysheet.
  5. Jaga tubuh untuk tetap hangat dengan jaket, sarung tangan, kaus kaki, kupluk, syal dan tidur di dalam tenda memakai sleeping bag, bukan cuma sarung.
  6. Makan karbohidrat yang cukup seperti nasi, roti, sereal, lalu makan daging agar dibakar menjadi energi. Kebanyakan pendaki hanya membawa Indomie untuk logistik pendakian. Dari mana energinya coba? Kalau bisa bawa stok minuman hangat yang banyak seperti teh, kopi, coklat, wedang dll
  7. Jangan pakai JEANS ke gunung. Bahan jeans itu tidak baik dan menyerap dingin. Kalau basah, juga susah dikeringkan. Nggak ada untungnya deh pakai jeans ke gunung. Lebih baik pakai celana cargo atau celana panjang berbahan selain jeans.
  8. Sedia selalu rain coat ketika mendaki gunung. Jadi ketika di perjalanan terkena hujan, langsung pakai rain coat nya.
  9. Dalam pendakian pasti ada ritme waktu. 30 menit -1 jam menit jalan, 10 menit isthirahat. Manfaatkan waktu isthirahat itu untuk makan snack, minum minuman hangat dan pakai jaket untuk menjaga panas tubuh.

Semoga para penggiat alam semakin sadar akan pentingnya mengutamakan keselamatan diri dan tim dibandingkan ego berdiri di puncak gunung. Ingat puncak ketinggian adalah bonus, rumah dan keluarga adalah tujuan utama kita untuk kembali.

Tinggalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan Kolom yang diperlukan ditandai *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates